Batuan Sedimen

Posted on Updated on

BATUAN SEDIMEN

Batuan sedimen adalah betuan yang berasal dari perombakan batuan yang sudah ada sebelumnya atau dari hasil aktivitas kimia maupun organisme yang diendapkan lapis demi lapis pada permukaan bumi yang kemudian mengalami pembatuan.

Batuan sedimen banyak sekali jenisnya dan tersebar sangat luas dengan ketebalan beberapa centimeter sampai beberapa kilometer. Juga ukuran butirnya dari yang sangat halus sampai yang sangat besar.

SIFAT FISIK BATUAN SEDIMEN

Batuan sedimen dapat diidentifikasi atau diamati dengan cara kita melihat kenampakan seperti tekstur, struktur, komposisi batuan, besar butir, sortasi, sifat batuan dan warna batuan.

1.  TEKSTUR BATUAN

Menurut teksturnya batuan sedimen dibagi menjadi dua golongan yaitu :

  1. Batuan sedimen klastik

Batuan sedimen yang terbentuk dari pengendapan kembali detritus atau pecahan batuan asal, baik batuan beku ataupun batuan metamorf, bahkan batuan sedimen itu sendiri.

Batuan ini diendapkan dengan proses mekanis,terbagi dalam dua golongan besar dan pembagian ini berdasarkan ukuran besar butirnya, cara terbentuknya batuan tersebut berdasarkan proses pengendapan baik di lingkungan darat maupun di lingkungan air, batuan yang ukuranya besar dapat terjadi pengendapan langsung dari gunung berapi dan diendapkan disekitar gunung tersebut atau di sungai, danau dan laut, batuan detritus adalah batuan yang diendapkan di lingkungan laut, sungai, danau, maupun delta, sementasi batuan ini halus adalh di lingkungan laut dangkal sampai laut dalam.

Setelah mengalami pengendapan batuan sedimen mengalami diagenesa, yakni proses perubahan-perubahan yang berlangsung pada temperatur rendah di dalam suatu sedimen, selama dan sesudah lithifikasi. Hal ini merupakan proses yang mengubah suatu sedimen menjadi keras. Macam-macam diagenesa adalah :

  • Kompaksi sedimen yaitu termampatnya butir sedimen satu dengan yang lainya akibat tekanan dari berat beban di atasnya.
  • Sementasi yaitu turunya meterial-material di ruang antar butir sedimen dan secara kimiawi mengikat butir-butir sedimen antara satu dengan yang lainya.
  • Re-kristalisasi adalah pengkristalan kembali suatu mineral dari suatu larutan kimia yang berasal dari pelarutan material sedimen diagenesa sebelumnya.
  • Autiqenesis yaitu terbentuknya mineral baru di lingkungan diagenesa.
  • Metasomatisme adalah pergantian mineral sedimen oleh berbagai mineral autiqenesis tanpa pengurangan volume asal.
  1. Batuan sedimen non-klastik

Batuan sedimen yang terbentuk dari hasil reaksi kimia atau bisa juga dari hasil kegiatan organisme, reaksi kimia yang dimaksud adalah kristalisasi langsung atau reaksi organik seperti unsur-unsur laut, pertumbuhan, kristal dari agregat kristal yang terpresipitasi dan replacment.

2.      STRUKTUR

Struktur sedimen sebetulnya adalah kelainan dari bidang perlapisan yang normal, baik paralel ataupun horizontal, kelainan disebabkan karena proses sedimentasi, ataupun sesudah sedimentasi (diagenesa), adapun macam-macam struktur batuan sedimen yaitu :

  • Massif adalah struktur yang tidak menunjukan adanya fragmen batuan lain yang tertanam dalam atau ketebalan lebih dari 120 cm.
  • Graded bedding adalah lapisan yang dicirikan oleh perubahan yang granual dari ukuran butir penyusunya, bila bagian bawah kasar dan ke atas semakin halusdisebut normal gradding, sebaliknya apabila dari halus ke atas semakin kasar disebut inverse gradding.
  • Lapisan adalah lapisan yang mempunyai ketebalan kurang dari 1 cm, terbentuk dari pola pengendapan dengan energi yang konstan, biasanya terbentuk dari suspensi tanpa energi mekanis.
  • Cross bedding, dihasilkan oleh migrasi riple yang cukup besar, atau oleh gelombang-gelombang yang membawa pori dimana masing-masing lapisan berukuran lebih dari 5 cm, perlapisan ini membentuk sudut terhadap bidang lapisan di atas atau di bawahnya dan dipisahkan oleh bidang erosi, terbentuk akibat intesitas arus yang berubah-ubah.
  • Clastic imbrication adalah struktur sedimentasi yang dicirikan oleh fragmen-fragmen tabular yang overlaping dan menunjukan arus ke atas pada daerah yang miring kenampakan penjajaran material seperti susunan genting, disebabkan penggulungan energi transportasi.

3.      KOMPOSISI BATUAN

Komposisi batuan adalah komposisi mineral yang membentuk atau menyusun batuan sedimen. Mineral-mineral yang menyusun batuan beku diantaranya :

  • Kuarsa disebut mineral silika bentuk setangkap piramida, bersifat tembus cahaya, tak berwarna , digunakan sebagai permata.
  • Kalsit, mineral yang berwarna abu-abu, budah tergores jarum baja tetapi tidak tergores oleh kuku.
  • Gipsum, mineral golongan sulfat yang ditemukan pula dibeberapa tempat di kerak bumi, berwarna putih atau jernih dan mudah digores oleh kuku.

4.      BESAR BUTIR

Butiran di dalam batuan sedimen klastik bisa terdiri dari pecahan-pecahan fragmen batuan, mineral kristal dan cangkang-cangkang fosil atau zat organik lainya. Butiran pada umumnya ditentukan oelh ukuran butir, klasifikasi yang biasa digunakan adalah  skala went worth pada tahun 1922.

Tabel ukuran butir di dasarkan pada skala went worth :

Nama Butir

Besar Butir (mm)

Bongkah (boulder)

256

Brangkal (couble)

256 s/d 64

Krakal (pcebble)

64 s/d 4

Pasir sangat kasar (very coarse sand)

4 s/d 2

Pasir kasar (coarse sand)

2 s/d 1

Pasir sedang (medium sand)

1 s/d 1/2

Pasir halus (fine sand)

1/2 s/d 1/4

Pasir sangat halus (very fine sand)

1/4 s/d 1/8

Lanau (silt)

1/16 s/d 1/256

Lempung (clay)

1/256

5.      SORTASI (PEMILAHAN)

sortasi atau pemilahan adalah keseragaman dari ukuran besar butir penyusun batuan sedimen, artinya bila semakin seragam ukuranya dan besar butirannya maka pemilahan semakin baik.

Secara umum sortasi atau pemilahan dibagi menjadi tiga yaitu :

  • Well sorted adalah pemilahan butiran yang sangat baik dan seragam
  • Medium sorted adalah pemilahan butir yang sedang atau cukup.
  • Poor sorted adalah ppemilahan butir yang sangat buruk dan tidak seragam.

6.      SIFAT BATUAN

Batuan sedimen dapat menunjukan sifat batuan setelah ditetesi larutan Hcl, apabila berbuih batuan itu bersifat karbonat, namun bila tidak berbuih batuan itu bersifat non kabrbonat.

7.      WARNA BATUAN

Warna pada hakekatnya sanga penting pada setiap batuan, khususnya pada batuan sedimen akan membantu di dalam bebrapa hal seperti masalah lingkungan pengendapan.

Contoh : warna merah, hijau, lingkungan oksidasi. Warna abu-abu tua,     hitam, lingkungan reduksi.

 

2 thoughts on “Batuan Sedimen

    ahmad said:
    Desember 12, 2011 pukul 5:23 am

    format laporan banget… hahaha

      yogi responded:
      Januari 2, 2012 pukul 1:54 pm

      jalaaaasss.. haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s