Perlengkapan dan Alat Geologi yang Digunakan di Lapangan

Posted on Updated on

Alat GeologiLiburan semester kali ini aku dapat kesempatan membantu senior geologi angkatan 2007 melakukan pemetaan geologi untuk tugas akhirnya, yang berlokasi di desa Salem, kabupaten Brebes, pemetaanya dilakukan pada minggu kedua  bulan februari, tepatnya berangkat tanggal 14 februari 2012, pemetaan sampai 18 februari 2012  dan pulang tanggal 20 februari 2012, selama ikut membantu pemetaan aku lumayan belajar tentang cara-cara pemetaan, karena aku memang belum dapat materinya di kuliah, dan aku juga tau bagaimana pentingnya alat-alat geologi yang digunakan, karena 1 saja alat tidak ada maka pemetaan akan terganggu, walaupun masih bisa berjalan, dari keikutsertaanku selama 1 minggu, aku akan menjabarkan alat geologi apa saja yang perlu dan ada saat pemetaan.

1. Palu geologi 

Palu Sedimen

Semua mahasiswa geologi pasti sudah tau apa itu palu geologi dan gunanya untuk mengambil sampel batuan, palu geologi di bagi menjadi 2 jenis yaitu palu sedimen yang ujungnya ramping dan palu beku yang ujungnya runcing, panjang pegangan palu beku juga lebih panjang, karena untuk mengambil sampel batuan beku butuh tenaga yang lebih kuat dan pukulan yang lebih keras, sehingga tenaga yang dikeluarkan juga lebih banyak, maka dari itu peganganya lebih panjang dari palu sedimen.Namun ada sedikit catatan disini, bahwa kita sebaiknya selalu membawa kedua jenis palu itu ke lapangan, karena kita tidak tau batuan apa saja yang akan dijumpai di lapangan, walaupun kita tau juga batuan yang kita jumpai kebanyakan sedimen, tapi sebaiknya tetap membawa palu beku, karena siapa tau kita juga menjumpai batu beku dan harus mengambil sampelnya.

2. Kompas geologi

Kompas Geologi

Alat yang satu ini juga pasti sudah tau, dan gunanya adalah untuk mengukur strike/dip dari kemiringan lapisan batuan, atau hanya sebagai penunjuk arah utara dan arah sungai, pokoknya gunanya banyak banget, dan sebaiknya kita harus belajar menggunakan kompas geologi karena jangan sampai di lapangan kita bingung, karena ada posisi srtike/dip yang posisi kemiringan batuanya itu susah di jangkau.

berdasarkan dari sumber ada beberapa bagian utama kompas geologi yaitu :

  • Jarum Kompas

Ujung jarum kompas selalu mengarah ke kutub utara megnetik bumi, biasanya diberi tanda warna kuning.

  • Lingkaran Pembagian Derajat P

Dibagi dua, yaitu kompas azimuth dan kompas kwardan.

– Kompas azimuth, mempunyai pembagian derajat, mulai dari 0 derajat (utara) sampai 360 derajat (kembali ke utara) yang ditulis berlawanan arah jarum jam, dan pembacaannya juga demikian
– Kompas kwardan, mempunyai pembagian derajat mulai dari derajat pada arah utara dan selatan sampai 90 derajat pada arah timur dan barat. pembacaan dimulai dari arah utara atau selatan kea rah timur atau barat sesuai kedudukan jarum kompas.

  •  Klinometer

Merupakan rangkaian alat yang digunakan untuk mengukur besarnya kemiringan bidang. rangkaian alat tersebut terdiri dari Nivo tabung, penunjuk skala, busur setengah lingkaran berskala. pada bagian atas busur bernilai 00 di tengahnya. pada bagian tepinya bernilai 900. pada bagian bawah busur, skala bernilai 0% dan di tengah dan 100% tepat pada 450 (tan 45=1=100%). klinometer dapat digerakkan dengan menggerakkan tangkai di belakang kompas.

  •  Pengatur Horizontal

Alatnya adalah sebuah nivo bulat yang bergandengan dengan klinometer. kedudukan kompas horizontal bila gelembung udara tepat di tengah lingkaran.

  •  Pengatur Arah

Rangkaian alatnya terdiri dari sighting arm, peep sigh, axial line, felding sight, dan sight window. alat-alat tersebut dibantu dengan cermin. bila kompas ditembakkan ke sasaran, semua rangkaian alat tersebut harus bearada di garis sasaran.

3. Lup 

Lup

Lup sebuah benda kecil yang biasa digunakan untuk melihat komposisi mineral batuan, karena kadang kita menemukan batuan dengan ukuran mineral yang kecil jadi harus butuh alat bantu untuk melihatnya, namun kemarin waktu aku membantu seniorku di lapangan seingatku dia tidak menggunakan lup, karena memang deskripsi saat di lapangan tidak terlalu detail, jadi lup tidak begitu dibutuhkan.

4. Global Positioning System (GPS)

GPS

GPS juga sangat penting untuk digunakan di lapangan lho, bayangkan saja, jika tidak ada GPS kita tidak dapat menentukan dimana posisi koordinat kita dan tentu saja kita tidak dapat menge-plot posisi kita di peta, ya walaupun kita bisa melakukan orientasi medan, namun jika ada GPS kita gunakan saja, GPS juga dapat digunakan untuk tracking yaitu agar kita tau jalan yang sudah kita lewati, dan mengurangi kemungkinan tersesat apabila memang jalurnya jauh dan susah dan. Catatan buat penggunaan GPS jangan lupa bawa baterai cadangan, sangat tidak lucu apabila saat di lapangan ternyata baterai GPS kita habis dan mati, masa harus terpaksa pulang Cuma gara-gara GPS mati..😀

5. Buku lapangan

Buku Lapangan

Perlengkapan geologi lainya yang sangat penting adalah buku lapangan,yang namanya buku jelas buat mencatat, dan buku lapangan gunanya untuk mencatat apa yang dijumpai di lapangan, deskripsi batuan, letak singkapan, hasil pengukuran struktur, cuaca dan lain yang perlu dicatat, buku lapangan juga dapat digunakan buat membantu mengukur strike/dip, dan juga digunakan buat menggambar sketsa singkapan yang kita jumpai.

6. Peta

Peta Topografi

Sempet lupa sama perlengkapan yang satu ini, padahal tadi dibahas waktu ngomongin GPS, hehe.. ya peta, peta itu agar kita tau posisi kita setelah di ploting oleh GPS, dan agar kita tau sampai mana batas kapling untuk pemetaan kita, jangan sampai gara-gara kita tidak membawa peta luas daerah yang akan kita lakukan pemetaan bertambah atau berkurang, hehe., peta yang waktu dibawa seniorku saat pemetaan Cuma peta topografi lengkap dengan koordinat GPS, jadi lebih mudah, dan bisa tau bagaimana keadaan kontur tempat yang akan kita datangi.Ada catatan juga buat peta, kalau takut basah lebih baik dibungkus menggunakan plastik, itu juga dapat menghindari dari kotor.

7. Plastik sampel
Plastik sampel
plastik sampel dugunakan untuk tempat buku
Plastik sampel digunakan untuk membungkus sampel batuan yang diambil di lapangan, sebaiknya plastik sampel yang dibawa adalah yang berukuran besar, jadi kalau dibutuhkan bisa untuk membungkus benda lainya seperti handphone atau dompet, dan kalau besar juga bisa membawa sampel batuan dalam jumlah banyak, jangan lupa juga setiap singkapan di masukan dalam plastik sampel yang berbeda dan di beri nama pada plastik sampelnya sesuai lokasi singkapan dan nama batuanya.
8. Sepatu boot/lapangan
Sepatu boot

Sepatu lapangan harus yang benar-benar bisa melindungi kaki saat di lapangan karena kaki adalah bagian tubuh kita yang pertama menyentuh tanah, jangan yang licin apalagi sepatu kuliah yang digunakan, karena waktu aku membantu di lapangan aku menggunakan sepatu kuliahku karena sepatu lapanganku di bawa adiku ke semarang, dan akibatnya sudah dapat ditebak, baru hari kedua sepatuku sudah rusak, untung saja ada warga asli salem yang mau meminjamkan sepatu boot dari hari ketiga sampai selesai, jadi kesimpulanya jangan sampai meremehkan sepatu saat di lapangan, karena apapun bisa terjadi.

9. Kamera

Kamera digital

Ada alat yang kelupaan lagi, padahal waktu membantu di lapangan tugasku yang mengambil gambar, kamera ini juga penting, hampir sama pentingnya seperti yang lain, kamera jelas digunakan untuk mempublikasikan semua singkapan di lapangan, dan lokasi-lokasi pengamatan, atau bisa buat narsis saat kita beristirahat, hehe..!!Seperti halnya GPS untuk kamera juga jangan lupa bawa baterai cadangan, karena bisa saja tiba-tiba mati, dan jangan lupa juga mengosongkan semua isi memorinya sebelum dibawa ke lapangan, karena lebih lucu lagi kalau di lapangan tiba-tiba memori kamera penuh dan terpaksa ambil gambar menggunakan HP, ya kalau saja hp nya bagus, kalo tidak itu kan masalah.

10. Alat Tulis

Alat Tulis

Alat tulis juga alat yang perlu dibawa saat ke lapangan, karena buat apa ada buku kalau yang buat nulis ga ada, bawa aja pensil yang penting dapat buat mencatat di lapangan.

11.Tas ransel 

tas ransel

ini sepertinya alat yang paling vital, kenapa..?? karena kalian bisa membayangkan kalau kita sudah mempersiapkan alat-alat di atas, namun tidak ada alat lain untuk membawanya, masa harus di pegang semua, tangan kita jelas terbatas, tas yang digunakan untuk di lapangan adalah tas yang mempunyai kapasitas ruang yang cukup besar, karena akan membawa banyak batu saat pulang, dan juga tas yang kuat, karena batu pasti tidak lah ringan, jadi alangkah lucunya saat pemetaan tas kita tiba-tiba putus, dan kita akan lebih kesulitan membawa bebanya.

Itulah ke-11 alat geologi yang digunakan di lapangan, paling tidak itulah alat yang digunakan oleh seniorku waktu pemetaan, semoga tidak ada yang lupa lagi,😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s