Korupsi disebabkan karena sistem pendidikan Indonesia

Posted on

Tulisan ini tidak ada hubunganya dengan geologi, tulisan ini adalah bentuk opini dan pendapat pribadi, silahkan kalau ada yang setuju dan tidak..!!

KoruptorBagi orang indonesia pasti sudah tidak asing dan bahkan sudah bosan dengan berita seputar korupsi dan koruptor, seperti yang masih hangat di telinga kita adalah vonis hakim terhadap Nazaruddin yang mendapat hukuman 4 tahun 10 bulan dan denda uang sebesar 100 juta rupiah, atau yang sudah berlalu yaitu kasus Gayus tambunan, dan masih banyak lagi kasus-kasus korupsi di negeri ini, atau jangan kita melihat ke level para pejabat, coba lihat sekeliling kita korupsi kecil juga sangat banyak, contoh sederhana adalah pungutan liar atau pungli di jalanan, jika dilihat dari pandangan psikologi yaitu menurut Jack Bologne, akar penyebab korupsi ada empat : Greed, Opportunity, Need, Exposes.

Greed terkait keserakahan dan kerakusan para pelaku korupsi, Opportunity terkait dengan sistem yang memberi lubang terjadinya korupsi, Need berhubungan dengan sikap mental yang tidak pernah cukup, penuh sikap konsumerisme, dan selalu sarat kebutuhan yang tak pernah usai, Exposes berkaitan dengan hukuman pada pelaku korupsi yang rendah. Hukuman yang tidak membuat jera sang pelaku maupun orang lain atau Deterrence effect yang minim.

😀 lalu apa hubunganya dengan sistem pedidikan di indonesia..??

nyonteksistem pendidikan di indonesia menuntut para siswanya untuk menghafal materi pelajaran dan bukan memahami pada aplikasi atau penggunaanya, para siswa tidak di ajarkan untuk berfikir tentang materi dan menerima pengertian dan penjelasan dari guru, di indonesia lebih mengutamakan output atau hasil akhir tanpa memikirkan bagaimana prosesnya, inilah yang menyebabkan siswa ketika menjalankan ujian mereka dituntut untuk mendapatkan hasil yang baik tanpa berfikir bagaimana mendapatkanya, sehingga siswa akan mencari jalan pintas dengan mencontek, apalagi dengan adanya ujian nasional sekarang yang di bicarakan akan meningkatkan mutu pendidikan pelajar indonesia, sesungguhnya ketika siswa mencontek mereka akan ketagihan untuk mendapatkan sesuatu tanpa kerja keras dan dengan jalan pintas, dan juga berbohong, karena jawaban di dapat bukan dari diri sendiri, mental itulah yang akan membentuk sifat menjadi koruptor, bahwa koruptor itu senang mendapatkan kekayaan dengan cara yang mudah tanpa kerja keras.

sebenarnya sistem pendidikan indonesia adalah salah satu penyebab, namun jika dari faktor keluarga dan lingkungan dapat mendukung untuk membentuk sifat yang baik maka kecenderungan untuk bersifat curang akan dapat dikurangi bahkan dihilangkan.

sesungguhnya koruptor adalah anak kecil dalam tubuh orang dewasa. Badannya besar, jiwanya kerdil. Kesenangan mengumpulkan harta adalah simbol perilaku menyimpang akibat terhambat dalam perkembangan kepribadian di masa kanak-kanak. Alhasil, koruptor adalah orang yang belum dewasa. Ia masih perlu belajar memperbaiki kualitas kepribadiannya.

😀 sebenarnya siswa harus dibentuk itu adalah pola pikir dan penalaran. Otak manusia didesain untuk berpikir, bernalar dan berlogika. Ingatan hanyalah sebuah konsekuensi.

sumber 1

sumber 2

11 thoughts on “Korupsi disebabkan karena sistem pendidikan Indonesia

    Galih said:
    April 27, 2012 pukul 1:26 pm

    Nah iya bener tuh jangan nyontek ya wkwkwkwkwk😀

    yogi responded:
    April 27, 2012 pukul 1:29 pm

    harusnya jangan, tapi kita udah terlanjur,😀

    Galih said:
    April 27, 2012 pukul 1:36 pm

    Kita? aku ga nyontek loohh.wkwkwk

    yogi responded:
    April 27, 2012 pukul 1:40 pm

    aku juga ga,, haha..

    Candra said:
    April 27, 2012 pukul 4:25 pm

    yaa.. hasil yang diburu kebanyakam bukan tentang kualitas, tapi sebatas kuantitas memang..

    yogi responded:
    April 27, 2012 pukul 8:30 pm

    betul, setuju sekali,..

    annisya said:
    Mei 5, 2012 pukul 8:07 pm

    ya benar sekali, siswa mencontek adalah calon-calon koruptor. tapi masalahnya itu udah budaya sih ya walaupun buruk. malah banyak yang bilang “ga nyontek ga seru. menyontek adalah cerita variasi rasa didalam masa sekolah”. jadi masing-masing motivasi individulah yang bisa mengubah perilakunya. biasanya orang2 yang mencontek adalah orang-orang yg tidak percaya pd dirinya sendiri, tidak punya pegangan. dan mungkin saja itu indikasi yang merupakan hambatan pada tahap perkembangan masa kecilnya yang disebabkan pola asuh. silahkan cari mengenai teori psikososial Erickson.

    yogi responded:
    Mei 5, 2012 pukul 8:14 pm

    annisya :

    ya benar sekali, siswa mencontek adalah calon-calon koruptor. tapi masalahnya itu udah budaya sih ya walaupun buruk. malah banyak yang bilang “ga nyontek ga seru. menyontek adalah cerita variasi rasa didalam masa sekolah”. jadi masing-masing motivasi individulah yang bisa mengubah perilakunya. biasanya orang2 yang mencontek adalah orang-orang yg tidak percaya pd dirinya sendiri, tidak punya pegangan. dan mungkin saja itu indikasi yang merupakan hambatan pada tahap perkembangan masa kecilnya yang disebabkan pola asuh. silahkan cari mengenai teori psikososial Erickson.

    setuju sekali sama komentar yang satu ini, penting sekali anak-anak diasuh dengan cara yang baik dan diajarkan kejujuran sejak dini, jadi ketika dewasa tidak berperilaku seperti itu, kalu sudah dewasa suruh tidak mencontek akan sangat susah merubahnya,

    Meina Febriani said:
    Mei 6, 2012 pukul 9:49 pm

    tulisan yang bagus, joss! lanjutkan pemikiranmu, jangan cuma nulis tp buat perubahan!

    yogi responded:
    Mei 6, 2012 pukul 10:12 pm

    Meina Febriani :

    tulisan yang bagus, joss! lanjutkan pemikiranmu, jangan cuma nulis tp buat perubahan!

    terimakasih, maturnuwun mba, semoga saja bisa melakukan perubahan,😀

    Rubi Arianto Hudoyo said:
    September 24, 2014 pukul 10:32 am

    masalah mencontek disebabkan tidak pedenya para siswa kalo menurut sayah, tidak pede disebabkan lemahnya sistem dan pengelola sistem pendidikan itu sendiri, saya sendiri susah untuk mempercayai pendidikan Indonesia sejak saya SMP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s