Mengenal Batuan Fosfat

Posted on

batuan fosfatBatuan fosfat merupakan sumber inorganik dari fosfor (P), salah satu nutrisi agronomi yang bersama dengan nitrogen (N) dan potassium (kalium/K) sangat penting bagi pertumbuhan secara umum, termasuk pembentukan protein, akar, mempercepat kematangan bijih, meningkatkan produk bijih-bijihan dan umbi-umbian, serta memperkuat tubuh tanaman. Oleh karena itu kekurangan fosfor mengakibatkan tanaman menjadi kerdil, akar sangat sedikit, daun menguning sebelum waktunya dan secara keseluruhan pertumbuhan akan terhambat. Selain itu pada tanah tropis, kekurangan P merupakan hal biasa, juga kekurangan kalsium (Ca), keasaman tanah tinggi, keracunan Al, dan tipis, sehingga jika tidak cepat diatasi, tanah akan menjadi tandus.

Efektifitas batuan fosfat secara agronomik tergantung pada beberapa faktor, yaitu faktor batuannya sendiri, faktor kondisi tanah, jenis tanaman, dan pengaturan pemupukan. Faktor batuan disebabkan oleh genesa dari berbagai batuan dan mineral pembawa fosfat, antara lain endapan fosfat sedimen marin, magmatik, metamorfik, fosfat biogenik dan endapan fosfat karena pelapukan. Masing-masing jenis endapan fosfat dicirikan oleh sifat mineralogi, kimia dan struktur yang berbeda, sehingga kecepatan reaksi batuan terhadap tanahpun berbeda. Reaktivitas terbaik adalah batuan fosfat sedimen marin. Disamping itu, endapan fosfat marin ini pada umumnya terbentuk sebagai endapan yang ekonomis, sehingga hampir seluruh pupuk fosfat di dunia berasal dari sumber daya batuan fosfat marin. Pengembangan batuan fosfat untuk pupuk, rata-rata 75% berasal dari endapan sedimenter atau batuan fosfat marin, 12-20% dari batuan beku dan endapan residu, dan hanya 1-2% dari sumber daya biogenik (fosfat guano), hampir semua jenis sumber daya batuan fosfat terdiri dari berbagai bentuk mineral apatit. Selain apatit, telah dikenal lebih dari 200 jenis mineral fosfat yang telah diketahui, akan tetapi kurang popular dan kurang bernilai ekonomis. Beberapa kelompok mineral fosfat primer diantaranya adalah:

· Fluor-apatit (Ca10(PO4)6­F2) terdapat di lingkungan batuan magmatik dan metamorf, termasuk karbonatit dan mika-piroksenit.

· Hidroksi-apatit (Ca10(PO4)6­(OH)2), terdapat pada lingkungan batuan metamorf dan batuan beku, tetapi juga dalam endapan biogenik, misalnya endapan tulang.

· Karbonat-hidroksi-apatit (Ca10(PO4,CO3)6(OH)2) terutama dijumpai di pulau dan gua-gua sebagai bagian dari kotoran burung dan kelelawar, guano.

· Frankolit (Ca10-x-yNaxMgy(PO4)6-z(CO3)z­F0-4zF2) merupakan apatit yang tersubstitusi oleh karbonat, terutama terjadi pada lingkungan marin, dan sedikit sekali sebagai hasil pelapukan, misalnya dari karbonatit.

· Kelompok krandalit, variskit, dan strengit yang merupakan Fe- dan Al-fosfat yang ditemukan pada lingkungan sekunder pelapukan.

Endapan fosfat yang ditemukan di Indonesia adalah fosfat guano, yang terbentuk dari tumpukan sekresi (kotoran) burung atau kelelawar yang larut oleh air (hujan) atau air tanah dan meresap ke dalam tubuh batugamping, bereaksi dengan kalsit untuk membentuk hidroksil fluorapatit atau Ca5(PO4)3(OH,F) dalam rekahan atau menyusup diantara perlapisan batugamping, maupun terendapkan di dasar batugamping. Umumnya terdapat secara terbatas dalam gua-gua gamping, terutama di Pegunungan Selatan Jawa, Gresik, Cepu dan Pati, serta di Pulau Madura. Pada umumnya endapan ini kurang bernilai komersial karena hanya merupakan urat-urat memanjang yang tidak menerus, dengan ketebalan beberapa cm sampai 20 cm, walaupun pada beberapa lokasi dapat mencapai 50 cm. Akan tetapi endapan jenis ini termasuk batuan fosfat yang cukup reaktif, sehingga dapat sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan lokal, atau dikembangkan dalam skala kecil. Endapan fosfat tipe guano yang telah teridentifikasi di Indonesia tersebar di 60 lokasi, sekitar 48 lokasi diantaranya ditemukan di Pulau Jawa dan Madura. Kadar P2O5 tercatat antara 4-40%, akan tetapi pada umumnya diatas 15%. Total sumber daya fosfat Indonesia hanya sekitar 20 juta ton, padahal konsumsi fosfat lebih dari 1 juta ton setahun (DIM, 2004).

Menurut literatur, jenis endapan fosfat guano jarang ditemukan dalam jumlah besar, bahkan di dunia total sumber dayanya hanya 2% dari seluruh sumber daya fosfat yang ada. Fosfat guano yang bernilai komersial di dunia baru diketahui di Pulau Christmast dan Pulau Nauru. Produksi fosfat Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan domestik, sehingga produsen pupuk harus mengimpor fosfat dari beberapa negara produsen fosfat, seperti USA, Maroko, dan Cina.

sumber :
http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Strukt_vzorec_oseltamivir-fosfat.PNG
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara
http://da.wikipedia.org/wiki/Fosfat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s